Temu Kerja Penguatan Pelayanan KB Jalur Swasta

Denpasar, BKKBN Bali

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali menggelar temu kerja penguatan KB jalur swasta di klinik pratama dan Dokter Praktek Perorangan tingkat Provinsi pada Rabu (26/6) kemarin di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Denpasar..

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali Catur Sentana mengatakan kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan KB dan kompetensi Provider dalam memberikan pelayanan KB berkualitas di Provinsi Bali Pada umumnya, dan pelayanan KB Jalur swasta pada khususnya.

“Dalam rangka peningkatan pencapaian kesertaan ber-KB, khusunya KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), maka dukungan berbagai pihak menjadi sangat penting, termasuk penguatan pelayanan KB di swasta yang dilaksanakan oleh klinik Pratama dan dokter praktik Perorangan,” ujar Agus.

Dikatakan Catur Sentana pelyanan KB yang berkualitas haruslah mengikuti standariasi yang ada. Sehingga pelayanan KB ini dapat meningkatkan ketersediaan (availability), keterjangkauan (accessibility), penerimaaan (acceptability) dan juga pelayanan (quality).

“Untuk Faskes pemerintah lokasinya hanya tertentu dan tidak ada di semua wilayah,” kata dia.

Namun untuk swasta, bisa masuk ke semua pelosok baik itu bidang praktek swasta, dokter praktek swasta, mungkin faskes pratama yang ada itu semua didekat masyarakat. Maka perlu konektivitas antara pemerintah dan swasta.

“Jadi nantinya tidak ada lagi bidan praktek swasta yang mengatakan mereka tidak punya alat kontrasepsi. Ini yang akan kita bicarakan, adanya konektifitas antara pemerintah dan swasta,” jelasnya.

Lebih lanjut Catur Sentana menghimbau kepada para provider, baik Bidan maupun Dokter untuk memberikan promosi KB melalui pendekatan Kesehatan Reproduksi.

“Jadi saya harapkan semua pihak dapat melakukan promosi dan konseling KB melalui pendekatan Kesehatan Reproduksi, kapan reproduksi yang sehat bagi wanita untuk hamil dan melahirkan, kapan seorang wanita memasuki masa beresiko untuk hamil dan melahirkan. Itulah yang perlu dijelaskan kepada masyarakat” Ujarnya.

Catur Sentana juga berharap melalui kegiatan ini dapat membentuk komitmen antara BKKBN bersama mitra kerja untuk meningkatkan cakupan pelayanan KB di fasilitas kesehatan dan jejaring/jaringannya dalam era JKN menuju Universal Health Coverage (UHC). Selain itu juga untuk mendiskusikan hal-hal apa saja yang perlu ditingkatkan dari kegiatan yang telah dilakukan selama ini dalam upaya meningkatkan pelayanan KB sehingga dapat mengembangkan rencana kegiatan Kependudukan dan Keluarga Berencana ke depan secara lebih matang dan terarah dalam upaya Percepatan Program Kependudukan dan Keluarga Berencana.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 (satu) hari dengan jumlah peserta 30 orang yang terdiri dari IDI, IBI dan OPD-KB kabupaten/kota se-Bali. Narasumber berasalah dari BKKBN, IDI daerah Bali dan ketua IBI Daerah Bali.