Genre Fellowship : Berteman, Berkolaborasi Menuju Remaja Berkualitas di Era Milenial Era 4.0

BKKBN Bali, Denpasar
Pada revolusi industry 4.0 saat ini, generasi muda perlu memeiliki ketahanan diri dari berbagai pengaruk buruk hingga tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang dapat merusak diri sendiri maupun bangsa dan negara.
Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali saat memberi sambutan sekaligus membuka Kegiatan GenRe Fellowship Regional II, Jumat (04/10) di Hotel Grand Inna Bali Beach, Sanur – Denpasar.
“Menghadapi revolusi 4.0 seperti saat ini maka diperlukan ketahanan diri utamanya di kalangan remaja. Sehingga yang paling utama dan harus ditingkatkan adalah pemahaman remaja akan kesehatan reproduksi untuk menghindari terjadinya seks di luar perkawinan, pergaulan beas, narkoba dan sejenisnya”, Ujarnya
Dalam sambutannya, Catur Sentana juga mengapresiasi kepada Pembina Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang ada di masing-masing sekolah serta para Duta Genre yang telah memberikan manfaat positif bagi para remaja.
“Saya berterima kasih kepada Pembina PIK-R karenanya PIK-R ini dapat diketahui dan dipahami oleh para siswa sekolah tentang apa saja yang perlu diketahui oleh remaja khususnya mengenai kesehatan reproduksi. Serta kepada Duta GenRE yang selalu menghasilkan kegiatan yang positif dan dibutuhkan oleh para remaja saat ini”, Ujarnya.
Pada kegiatan ini, Catur Sentana berharap terciptanya diskusi saling berbagi pengalaman mengenai bagaimana proses atau kegiatan PIK-R di masing-masing sekolah dan juga mengharapkan Duta GenRe dapat menjadi contoh serta dapat mengajak para generasi muda khususnya, agar menjadi generasi muda berpreatasi yang terarah dan mampu berencana.
“Di kegiatan ini saya berharap akan ada saling bertukar informasi dari masing-masing Pembina PIK-R sekolah yang membahas tentang kegiatannya serta juga berbagai pengalaman Duta GenRe selama berkegiatan agar dapat dijadikan contoh bagi adik-adik remaja yang hadir saat ini”, harap Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali.
Adapun manfaat dari kegiatan PIK-R dijelaskan oleh siswi SMPN 32 Kabupaten Klungkung, I Nyoman Putri adalah mereka menjadi lebih paham mengenai kesehatan reproduksi dan apa saja yang perlu dihindari untuk menjaga ketahanan diri di era revolusi 4.0 ini .
“ Kegiatan PIK-R yang diadakan di sekolah kami, setiap hari Sabtu khususnya bekerja sama dengan puskesmas setempat untuk memberikan penyuluhan terkait kesehatan reproduksi yang saat ini masih dianggap tabu oleh masyarakat secara umum sehingga kita bisa mawas diri terhadap pergaulan bebas, narkoba dan pernikahan usia dini” , Ujarnya.
Pendapat yang sama juga diberikan oleh I Komang Paramasanti, siswi SMA Saraswati 1 Denpasar. Menurutnya kegiatan PIK-R yang tengah mereka jalani saat ini memberi manfaat kepada mereka untuk lebih paham lagi dampak dari penyalah gunaan narkoba dan juga pegaulan bebas.
“ Selama ini, kami telah melaksanakan sosialisasi terkait isu-isu yang hangat saat ini seperti penyalah gunaan narkoba dll, sehingga manfaat lain yang kita dapatkan adalah memiliki banyak pengalaman. Terkait PIK-R itu sendiri, kita ingin remaja saat ini menghindari pergaulan bebas , pernikahan dini dan penyalahgunaan narkoba untuk menghadapi revolusi 4.0 sehingga kita menjadi remaja yang siap mental dengan memaksimalkan pengetahuan intelektual dan teknologi” , Ujarnya.
Tampak hadir pada kegiatan ini Pejabat Pengelola OPD-KB Kab/Kota sebanyak 5 orang , Pembina/Pengurus PIK-R Kab Karangasem sebanyak 19 Orang, Kab Klungkung sebanyak 18 orang, Kab Bangli sebanyak 30 Orang, Kab Gianyar sebanyak 19 Orang dan Kota Denpasar sebanyak 12 orang.
Adapun penerimaan materi yang telah dijadwalkan pada kegiatan ini diantaranya Program GenRe dalam Penyiapan Kehidupan Berkeluarha bagi Remaja menuju Generasi Millenial dan juga Penyiapan Generasi Emas melalui 1000 HPK.