Masyarakat Bali mendapat Pelayanan KB Gratis

BKKBN Bali, Denpasar.

Perwakilan BKKBN Provinsi Bali menggelar pelayanan KB gratis serentak di Fasyankes (Fasilitas Pelayanan Kesehatan)  di seluruh wilayah di Provinsi Bali pada (23/6) kemarin. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) ke 28, tanggal 29 Juni 2021.

“Kegiatan ini tidak hanya dilaksanakan di Bali, tetapi juga secara serentak dilaksanakan di seluruh wilayah di Indonesia dengan menargetkan satu juta akseptor KB dalam satu hari” jelas Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Agus P. Proklamasi pada saat kunjungan di Pustu Serangan.

Provinsi Bali sendiri mendapatkan target sebanyak 4.985 akseptor KB yang terdiri dari 750 IUD, 750 Implant, 1500 suntikan, 35 MOW, 975 kondom dan pil sebanyak 975 akseptor. Pihaknya optimis akan dapat mencapai target tersebut.


Agus Proklamasi menerangkan, untuk layanan program KB gratis hanya berlaku untuk KB dengan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). MKJP merupakan alat kontrasepsi yang digunakan untuk menunda, menjarangkan kehamilan, serta menghentikan kesuburan dalam jangka waktu yang panjang. MKJP memiliki resiko kegagalan yang lebih kecil dan lebih rasional serta mempunyai efek samping sedikit. MKJP sendiri terdiri dari beberapa jenis yakni, IUD, Implant, Tubektomi/MOW, dan Vasektomi (MOP). 

“Pelayanan KB di puskesmas maupun di klinik bidan hanya akan melayani IUD dan Implan, karena tidak memerlukan penanganan dengan operasi yang besar. Untuk MOW dan MOP memerlukan penanganan khusu, karena memerlukan tidakan operasi, sehingga hanya bisa dilakukan di rumah sakit dan juga bisa melalui mobil unit pelayanan (untuk MOP),” terang Agus Proklamasi.


Agus Proklamasi Kembali mengingatkan bahwa BKKBN tidak membatasi dan melarang masyarakat untuk mempunyai anak, tetapi lebih menekankan kepada perencanaan keluarga. Umur berapa mempunyai anak dan pengaturan jarak kelahiran anak.

“Umur sehat untuk hamil adalah antara 21-35 tahun dan jarak kelahiran yang aman adalah 3-5 tahun. Sehingga pasangan dapat merencanakan berapa jumlah anak yang akan dimiliki.”

Tujuan kampanye ini adalah untuk mewujudkan masyarakat Bali yang sehat dan bebas dari stunting, sesuai dengan taglilne Harganas tahun 2021, yaitu Keluarga Keren Cegah Stunting.

Dalam kegiatan itu pula hadir ibu Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, yang menyampaikan sangat mendukung dengan kegiatan pelayanan seperti ini. KB merupakan metode untuk pengaturan anak, yang mana dengan pengaturan ini dapat menjaga Kesehatan reproduksi Wanita. Dengan reproduksi yangn sehat, maka anak yang natinya dilahirkan pun sehat dan bisa terbebas dari stunting.

“Kami dari PKK selalu siap mendukung kegiatan-kegiatan dalam rangka mensejahterakan masyarakat” ujarnya.

Sementara salah satu akseptor penerima layanan KB gratis, ibu Tuti Kusmiyati (47 tahun) menyampaikan sangat puas dengan layanan yang diberikan oleh tenaga Kesehatan. Beliau memilih menggunakan Implant, karena sebelumnya tidak cocok menggunakan IUD.

“semoga ke depannya sering diadakan layanan KB gratus seperti ini, sehingga sangat membantu saya di masa seperti sekarang” harapnya.